Kita baru saja memperingati Hari Angkutan Nasional pada 24 April 2026. Momen tersebut dirayakan dengan suka-cita oleh insan angkutan umum di tanah air. Sebagai contoh, Transjakarta memasang tarif Rp1 bagi masyarakat yang memanfaatkan moda layanan Transjakarta. Tujuannya agar publik merasa lebih akrab dan dekat dengan moda transportasi angkutan umum. Kalau sudah akrab, maka masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sehingga kemacetan dan polusi bisa berkurang. Publik atau masyarakat mengapresiasi pemerintah dalam aspek layanan transportasi publik. Apresiasi publik itu terpotret pada survei yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada awal April 2026. ITS melakukan survei terhadap sample berjumlah 5.105 responden dari 26 provinsi. Riset tersebut menghasilkan temuan bahwa kereta api menjadi moda dengan kepuasan tertinggi (94,30), disusul oleh angkuran jalan (84.5), angkutan udara (82.12), angkutan laut (81.78), dan penyebera...
Tanggal 12 Maret 2026 Bulan Ramadhan sudah hampir selesai. Saya baru melaksanakan tarawih sekali, di hari pertama. Selebihnya, bablas karena aneka macam alasan. Dari mulai alasan remeh temeh atau penting. Tapi Ramadhan tahun ini memang berbeda. Selain jumlah pelaksanaan tarawih yang nyungsep laksana rasionalitas Donald Trump, saya menjalani Ramadhan di Jakarta. Pada tahun-tahun sebelumnya, saya menjalani Ramadhan di Jogja (kampung halaman) dan di Wonosobo (kampung asal istri). Suasana Jakarta yang serba cepat membuat rasa Ramadhan tidak begitu terasa. Seperti orang sholat di ujung pergantian waktu; serba terburu-buru. Tidak sempat kita merasakan tumakninah atau berdiam/tenang selepas ruku’. Bacaan juga alakadarnya. Suasana kedalaman dan ketenangan Ramadhan menjadi serasa menguap bersama pekat polusi ibu kota. Apa mungkin Jakarta terlalu bergerak dengan cepat, ya?