Tanggal 12 Maret 2026
Bulan Ramadhan sudah hampir selesai. Saya baru melaksanakan
tarawih sekali, di hari pertama. Selebihnya, bablas karena aneka macam alasan.
Dari mulai alasan remeh temeh atau penting. Tapi Ramadhan tahun ini memang
berbeda. Selain jumlah pelaksanaan tarawih yang nyungsep laksana rasionalitas
Donald Trump, saya menjalani Ramadhan di Jakarta. Pada tahun-tahun sebelumnya,
saya menjalani Ramadhan di Jogja (kampung halaman) dan di Wonosobo (kampung
asal istri). Suasana Jakarta yang serba cepat membuat rasa Ramadhan tidak
begitu terasa. Seperti orang sholat di ujung pergantian waktu; serba
terburu-buru. Tidak sempat kita merasakan tumakninah atau berdiam/tenang
selepas ruku’. Bacaan juga alakadarnya. Suasana kedalaman dan ketenangan
Ramadhan menjadi serasa menguap bersama pekat polusi ibu kota. Apa mungkin
Jakarta terlalu bergerak dengan cepat, ya?
Komentar
Posting Komentar