Saya memesan grab car untuk pulang dari meeting malam ini dan saya beruntung. Saat naik grab car, saya dapat driver lulusan Jerman. Namanya Pak Junus. Sebelum kuliah di Jerman, Pak Junus menempuh sekolah SMA di Moskow.
Pak Junus mengambil konsentrasi studi multimedia. Saat banyak orang di tahun 1990-an awal belum mengamati media, Pak Junus sudah membahas multimedia sebagai disiplin ilmu. Pria yang sudah empat tahun menjadi driver grab car ini mengingat apa saja yang dibahas ketika dulu kuliah itu seperti tv dan radio.
Tapi, Pak Junus tidak menyelesaikan kuliahnya. Dia keluar dari kampus pada semester empat. Ceritanya, saat dia pulang untuk liburan ke Indonesia, dia iseng melamar kerja di sebuah perusahaan sebagai sales dan diterima. Gajinya cukup besar, yaitu sekitar Rp1 juta per bulan. Beberapa tahun merintis karier, dia menjadi kepala cabang perusahaan. Gaji Pak Junus di medio tahun 1998 sampai awal tahun 2000 sekitar Rp7.5 juta.
Penyesalan datang terlambat. Pak Junus bilang pilihannya tidak menamatkan kuliah adalah bencana. Dia terlena dengan gaji yang diperoleh per bulan. Padahal, kemewahan mengenyam pendidikan di Jerman sempat dia dapat. Maklum, orang tuanya dulu diplomat. Pak Junus membayangkan seandainya dulu bisa menamatkan kuliahnya dan mendapat ijazah, mungkin dia bisa berkarier lebih cemerlang.
Bekas ingatan waktu kuliah di Jerman masih ada. Pak Junus bilang orang Jerman itu menghargai ilmu. Mereka rela menghabiskan banyak sumberdaya untuk ilmu. Di ranah sosial dan saintek, orang Jerman banyak mengambil peran. Selain itu, Pak Junus juga ingat bahasa Jerman untuk kata sederhana. Aku dalam bahasa jerman itu "ich", sementara kamu dalam bahasa jerman itu "du".
Saya ingin mengobrol lebih lama dengan Pak Junus, namun tujuan sudah hampir sampai. Saya ingin tahu banyak tentang kuliah di luar negeri. Impian saya memang ingin kuliah ke luar negeri. Tapi sampai sekarang belum tercapai. Jerman masuk kategori negara tujuan. Entah setelah ini, nampaknya harus dipikirkan bagaimana caranya. Soalnya, kuliah itu punya dua syarat: nganggur dan ada uang.
Saya belum memiliki dua syarat itu. Nganggur jelas tidak. Sebelum naik grab car nya Pak Junus saja saya baru menyelesaikan meeting hingga larut malam. Urusan duit, saya juga terbatas. Yaa, mari kita cari cara. Ya cari cara.
Komentar
Posting Komentar