Anggaran infrastruktur pemerintah pada tahun 2021 naik 48% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni jadi sebanyak Rp417 triliun. Nilai tersebut bahkan lebih besar dibandingkan anggaran infrastruktur selama 6 tahun belakangan. Besarnya anggaran infrastruktur pemerintah diikuti oleh stabilnya kinerja perusahaan sektor infrastruktur meski tengah berada pada masa krisis seperti saat ini.
Jasamarga (JSMR) adalah salah satu perusahaan yang memperoleh dampak positif dari besarnya anggaran pemerintah di sektor infrastruktur. Pendapatan dan kinerja perusahaan pada kuartal kedua 2021 tercatat stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Pada kuartal kedua tahun 2021, perusahaan memperoleh pendapatan Rp6,8 triliun. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pendapatan perusahaan pada waktu yang sama tahun lalu yang nilainya Rp6,7 triliun.
Selain pendapatan, ukuran kinerja return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perusahaan juga menunjukkan nilai yang stabil dengan kinerja tahun lalu. ROA Jasamarga pada kuartal 2 tahun 2021 adalah 1,21%, sementara pada kuartal 2 2020 adalah 1,22%. Setali tiga uang, ROE perusahaan di kuartal 2 2021 adalah 6,28%, sementara di tahun sebelumnya senilai 6,65%.
Menurut Tabloid Kontan (Agustus, 2021: hal. 4), kinerja perusahaan diperkirakan masih akan sedikit naik pada tahun 2021 ini. Alasannya adalah pendapatan perusahaan akan naik seiring dengan relaksasi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah. Relaksasi PPKM akan berdampak pada naiknya volume kendaraan yang melintasi jalan tol. Pendapatan perusahaan dari operasional jalan tol memang dominan, yakni sekitar 30%. Pendapatan lainnya berasal dari kontruksi jalan tol. Pada tahun ini perusahaan juga ditetapkan tergabung dalam konsorsium pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang lekas digarap tahun depan. Proyek tersebut lumayan menambah pundi-pundi perusahaan karena nilai investasi proyeknya mencapai Rp34 triliun.
Peluang-peluang usaha yang diperoleh Jasamarga pada tahun ini (dan tahun depan) layak dipertimbangkan untuk mengoleksi sahamnya. Terlebih, harga saham emiten berkode JSMR sekarang dapat dibilang lebih murah dibanding tahun lalu. Pada kuartal kedua, price to book value (PBV-rasio harga pasar ke harga buku) JSMR adalah 1,7 kali, sementara kuartal 2 tahun ini nilainya sekadar 1,2 kali. Setidaknya pada akhir tahun, biasanya nilai JSMR akan naik jadi lebih mahal dibanding nilai bukunya dengan kisaran 1,8 kali sampai 3,4 kali. Sehingga dapat diperkirakan harga saham masih akan naik lagi sampai akhir tahun. Barangkali sekarang adalah waktu yang tepat bagi investor untuk mengoleksi saham JSMR. JSMR, layak dipilih.
Komentar
Posting Komentar