Maafkan hamba ya Tuhan. Malam ini saya begitu geram pada realita. Bagaimana tidak, Ya Tuhan, mengapa begitu mudah mata ini melihat ketidakadilan dipertontonkan dengan telanjang. Ketidakadilan dalam bentuknya yang paling gamblang. Saya seperti menoleh ka dua keranjang. Keranjang kanan dan keranjang kiri. Di keranjang kanan, berisi orang-orang kaya dan berkuasa. Di keranjang kiri, isinya adalah rakyat jelata. Orang-orang kaya dan berkuasa melipatgandakan kuasa mereka seperti memetik daun dari pohon yang tidak pernah habis. Daun dari pohon itu selalu tumbuh setelah dipetik, dipetik satu tumbuh seribu. Sementara orang-orang di keranjang kiri kesusahan hanya untuk makan dan mengakses pendidikan. Ya Tuhan hamba jadi gamang dengan iman. Mengapa Tuhan yang maha adil sampai menciptakan atau membiarkan dunia yang begini rupa. Saya bukan orang saleh, namun sering juga membaca kitab suci. Saya juga bukan orang pintar, namun sering juga baca buku. Di kitab maupun di bu...