Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

2022

 Buku bersampul tebal itu berjudul 2021. Di sana diceritakan aneka kemuraman zaman, dari kehilangan orang tercinta hingga pupusnya asa harapan. Kisah betapa muramnya medio Juli-Agustus 2021 mungkin lebih pedih dibanding tragedi Sampar di Kota Oran yang diceritakan Camus (1946). Di Kota Oran, kita tidak menyaksikan tragedi global yang ditimbulkan makhluk renik ultra-mikro dengan mahkota beracun. Kita juga tidak melihat layanan rumah sakit dalam jumlah masif kolaps. Namun, ada hal yang sama kita lihat dari tragedi Sampar di Kota Oran. Yaitu tentang kemanusiaan. Kemanusiaan itu ditunjukkan olah para tenaga kesehatan. Selain para nakes yang jasanya sudah tak diragukan lagi, ada juga para ahli vaksin. Mereka, para ilmuwan vaksin, bersusah sampai payah dengan fisik yang tersandera waktu menguji aneka model vaksin yang layak bagi manusia. Setelah berjuang cukup lama, ditemukanlah vaksin. Sudah banyak orang terselamatkan berkat kerja keras mereka. Sekat benang dari buku bersampul teb...