Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Ayah Pendiam

  Ayah saya seorang pendiam. Dia hanya mengeluarkan kata-kata jika diperlukan saja. Barangkali itulah kesan saya terhadap ayah saya sendiri. Sebab dalam setahun saja, bila dituliskan dialog kami berdua tidak akan sampai memenuhi satu kertas ukuran portofolio. Kami bertukar kalimat hanya sekilas-sekilas saja, misalnya ketika saya membukakan pintu saat ayah saya pulang pada malam hari. Sifat diamnya itu menurut saya menjadi poin plusnya. Dia bisa teramat tenang dan jarang sekali marah. Jika marah pun, ungkapan yang keluar bukan kalimat panjang, melainkan kata yang berkonotasi negatif saja. itu pun hanya beberapa menit, lalu dia diam lagi. Masalah biasanya selesai setelah itu. Pada tahun 2013 dulu, ketika saya SMA, saya dan seorang teman tertangkap seorang pemilik ruko yang tembok depannya saya gambari . Pemilik ruko itu menyuruh saya menelepon orang tua saya untuk datang. Orang tua saya disuruh datang untuk melihat kebandelan anaknya. Sebelum orang tua saya datang, pemilik toko i...